Apa Itu Aborsi dan Apa Saja Jenisnya

Aborsi adalah berakhirnya kehamilan secara spontan atau melalui tindakan medis. Kenali jenis, penyebab, risiko, dan pentingnya penanganan yang aman

8/27/20263 min read

Aborsi adalah berakhirnya suatu kehamilan sebelum kehamilan tersebut dapat menghasilkan kelahiran yang dapat bertahan hidup. Dalam dunia medis, kondisi ini dapat terjadi secara spontan (keguguran) maupun melalui tindakan medis yang disengaja.

Pembahasan mengenai aborsi penting dilakukan secara hati-hati karena setiap kehamilan memiliki kondisi yang berbeda. Keputusan terkait kehamilan sebaiknya melibatkan tenaga kesehatan yang kompeten, terutama ketika terdapat keluhan, komplikasi, atau kondisi medis tertentu.

1. Aborsi Spontan atau Keguguran

Aborsi spontan adalah berakhirnya kehamilan tanpa adanya tindakan yang disengaja untuk mengakhiri kehamilan. Dalam penggunaan sehari-hari, kondisi ini lebih dikenal sebagai keguguran.

Keguguran dapat terjadi pada berbagai tahap awal kehamilan. Penyebabnya beragam dan terkadang tidak dapat diketahui secara pasti.

Beberapa faktor yang dapat berkaitan dengan keguguran antara lain:

  • Kelainan kromosom pada embrio atau janin.

  • Gangguan perkembangan kehamilan.

  • Kelainan pada rahim atau leher rahim.

  • Infeksi tertentu.

  • Gangguan hormonal atau penyakit tertentu.

  • Faktor kesehatan lainnya.

Gejala yang dapat muncul antara lain perdarahan dari vagina, kram atau nyeri perut bagian bawah, keluarnya jaringan dari vagina, atau berkurangnya tanda-tanda kehamilan. Namun, perdarahan saat hamil tidak selalu berarti keguguran.

Jika mengalami perdarahan banyak, nyeri hebat, pusing atau lemas, demam, maupun penurunan kesadaran, segera dapatkan pertolongan medis.

2. Aborsi yang Dilakukan Secara Medis

Dalam konteks medis, penghentian kehamilan dapat dilakukan untuk kondisi tertentu berdasarkan penilaian tenaga kesehatan dan ketentuan hukum yang berlaku.

Contohnya dapat berkaitan dengan:

  • Kondisi medis yang serius pada ibu.

  • Kehamilan yang menimbulkan risiko terhadap keselamatan atau kesehatan ibu.

  • Kondisi tertentu pada kehamilan yang memerlukan penanganan khusus.

Tindakan medis harus melalui evaluasi dan pemeriksaan terlebih dahulu. Tenaga kesehatan perlu mempertimbangkan usia kehamilan, kondisi ibu, kondisi kehamilan, kemungkinan komplikasi, serta aspek medis dan hukum yang berlaku.

3. Aborsi Tidak Aman

Aborsi tidak aman merupakan penghentian kehamilan yang dilakukan tanpa standar pelayanan kesehatan yang memadai, tanpa tenaga kesehatan yang kompeten, atau dengan metode yang tidak sesuai standar medis.

Kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti:

  • Perdarahan berat.

  • Infeksi.

  • Cedera pada rahim atau organ di sekitarnya.

  • Kehamilan yang tidak seluruhnya teratasi.

  • Infeksi berat yang dapat mengancam nyawa.

Karena itu, seseorang yang sedang menghadapi kehamilan tidak direncanakan atau mengalami komplikasi kehamilan sebaiknya tidak mencoba melakukan tindakan sendiri atau menggunakan obat maupun metode yang tidak direkomendasikan tenaga kesehatan.

4. Apa Perbedaan Keguguran dan Aborsi yang Disengaja?

Secara sederhana:

Keguguran terjadi secara spontan tanpa tindakan yang bertujuan mengakhiri kehamilan.

Sementara aborsi yang disengaja merupakan penghentian kehamilan melalui suatu tindakan. Dalam pelayanan medis, tindakan tersebut memiliki indikasi, prosedur, persyaratan, dan batasan yang harus dipatuhi sesuai kondisi medis serta peraturan yang berlaku.

Secara klinis, dokter dapat melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi kehamilan dan menentukan penanganan yang tepat.

5. Mengapa Pemeriksaan Medis Penting?

Kehamilan tidak dapat dinilai hanya berdasarkan gejala yang dirasakan. Pemeriksaan dapat diperlukan untuk mengetahui:

  • Apakah benar terjadi kehamilan.

  • Usia dan lokasi kehamilan.

  • Kondisi kehamilan.

  • Ada atau tidaknya komplikasi.

  • Kondisi kesehatan ibu.

  • Penanganan yang sesuai berdasarkan hasil pemeriksaan.

Pemeriksaan dapat melibatkan wawancara medis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, dan/atau pemeriksaan ultrasonografi sesuai kebutuhan.

6. Kapan Harus Segera Mencari Pertolongan?

Segera pergi ke fasilitas kesehatan apabila saat hamil atau setelah mengalami keguguran terdapat:

- Perdarahan yang banyak atau terus bertambah.
- Nyeri perut atau panggul yang sangat berat.
- Demam atau menggigil.
- Pingsan, sangat lemas, atau pusing berat.
- Keputihan atau cairan dari vagina yang berbau tidak biasa disertai keluhan lain.
- Kondisi tubuh memburuk atau muncul gejala yang mengkhawatirkan.

Jangan menunggu kondisi menjadi semakin parah untuk mendapatkan pertolongan.

7. Mitos yang Sering Beredar

Mitos: Semua perdarahan saat hamil berarti keguguran.
Fakta: Perdarahan pada kehamilan memiliki banyak kemungkinan penyebab. Pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Mitos: Aborsi selalu aman jika dilakukan sendiri di rumah.
Fakta: Tindakan tanpa pengawasan medis dapat menimbulkan komplikasi serius.

Mitos: Semua kehamilan dapat ditangani dengan cara yang sama.
Fakta: Kondisi setiap orang berbeda. Usia kehamilan, lokasi kehamilan, kondisi kesehatan, dan faktor lainnya dapat memengaruhi penanganan.

8. Pentingnya Informasi yang Benar

Topik aborsi sering disertai informasi yang tidak akurat di internet. Jangan langsung mengikuti saran dari media sosial, forum, atau orang lain tanpa memastikan kebenaran dan keamanannya.

Jika sedang menghadapi kehamilan yang tidak direncanakan, mengalami perdarahan, atau memiliki kekhawatiran mengenai kondisi kehamilan, langkah yang lebih aman adalah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan yang kompeten.

Kesimpulan

Aborsi dapat merujuk pada berakhirnya kehamilan, baik yang terjadi secara spontan maupun melalui tindakan yang disengaja. Keguguran merupakan salah satu bentuk berakhirnya kehamilan secara spontan, sedangkan penghentian kehamilan secara medis di klinik aborsi medical yang dilakukan dalam kondisi dan prosedur tertentu.

Yang paling penting adalah mendapatkan informasi yang benar, pemeriksaan yang tepat, serta pertolongan medis yang aman dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.